Penyakit Legionella
Penyebabnya, bakteri legionella pneumophilia bisa menyebar melalui udara hingga radius 300 meter. Bakteri ini menginfeksi paru-paru dan menimbulkan gejala seperti pneumonia. Bila penderitanya tak segera ditangani, akibatnya bisa fatal bahkan bisa berujung kematian. Di Amerika Serikat saja, penyakit ini menjangkiti 8.000 hingga 18,000 orang setiap tahunnya. Bakteri ini juga tergolong tumbuh sangat baik pada lingkungan. Suhu paling ideal bagi bakteri ini untuk tumbuh dan berkembang biak yakni kondisi yang ideal yaitu 35 to 46 derajat celsius atau 95 hingga 115 derajat Fahrenheit. Tempat yang paling rentan mendapatkan serangan bakteri ini yakni bangunan yang menggunakan sistem sirkulasi air pendingin dan air pemanas. Pada umumnya di gedung-gedung perkantoran dan hotel. Itulah sebabnya jenis penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri ini disebut juga dengan sick building syndrome.
Penyakit ini sebenarnya sulit menginfeksi orang yang sehat. Adapun timbulnya gejala-gejala berbahaya hanya dialami mereka yang memang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti mereka yang lanjut usia. Untuk mengatasi hal itu, sebenarnya sudah banyak gedung yang menggunakan produk antilegionella. Produk ini merupakan jenis biosida berspektrum luas yang terbilang efektif dalam membasmi bakteri legionella.
Tali Putri
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo: Laurales
Famili: Lauraceae
Genus: Cassytha
Spesies: Cassytha filiformis L.
Benalu
Plasmodium

Plasmodium merupakan genus protozoa parasit. Penyakit yang disebabkan oleh genus ini dikenal sebagai malaria. Parasit ini sentiasa mempunyai dua inang dalam siklus hidupnya: vektor nyamuk dan inang vertebra. Sekurang-kurangnya sepuluh spesies menjangkiti manusia. Spesies lain menjangkiti hewan lain, termasuk burung, reptilia dan hewan pengerat.
Genus Plasmodium dinamakan pada tahun 1885 oleh Marchiafava dan Celli dan terdapat lebih dari 175 spesies yang diketahui berada dalam genus ini.
Siklus hidup Plasmodium amat rumit. Sporozoit dari liur nyamuk betina yang mengigit disebarkan ke darah atau sistem limfa penerima. Sporozoit berpindah ke hati dan menembus hepatosit. Tahap dorman bagi sporozoit Plasmodium dalam hati dikenal sebagai hipnozoit. Dari hepatosit, parasit berkembang biak menjadi ribuan merozoit, yang kemudian menyerang sel darah merah. Di sini parasit membesar dari bentuk cincin ke bentuk trofozoit dewasa. Pada tahap skizon, parasit membelah beberapa kali untuk membentuk merozoit baru, yang meninggalkan sel darah merah dan bergerak melalui saluran darah untuk menembus sel darah merah baru. Kebanyakan merozoit mengulangi siklus ini secara terus-menerus, tetapi sebagian merozoit berubah menjadi bentuk jantan atau betina (gametosit) (juga dalam darah), yang kemudiannya diambil oleh nyamuk betina. Dalam perut tengah nyamuk, gametosit membentuk gamet dan menyuburkan satu sama lain, membentuk zigot motil yang dikenal sebagai ookinet. Ookinet menembus dan lepas dari perut tengah, kemudian membenamkan diri pada membran perut luar. Di sini mereka terbelah berkali-kali untuk menghasilkan sejumlah besar sporozoit halus memanjang. Sporozoit ini berpindah ke kelenjar liur nyamuk, di mana ia dicucuk masuk ke dalam darah inang kedua yang digigit nyamuk. Sporozoit bergerak ke hati di mana mereka mengulangi siklus ini.
Spesies Plasmodium yang menyerang manusia termasuk:
• Plasmodium falciparum (sumber malaria tersiana maligna)
• Plasmodium vivax (sumber yang biasa menyebabkan malaria tersiana benigna)
• Plasmodium ovale (lain-lain, jarang, sumber malaria tersiana benigna)
• Plasmodium malariae (sumber malaria kuartana benigna)
• Plasmodium knowlesi
• Plasmodium brasilianum
• Plasmodium cynomolgi
• Plasmodium inui
• Plasmodium rhodiani
• Plasmodium schweitzi
• Plasmodium semiovale
• Plasmodium simium
Tanaman Parasit
Tanaman parasit berasal dari benih yang terbawa oleh binatang seperti burung, serangga atau binatang lainnya serta angin. Tanaman yang termasuk tanaman parasit adalah benalu, jamur, gulma dan lain-lain. Biasanya tumbuh di sekitar atau di tubuh tanaman induk. Tanaman-tanaman tersebut dapat dibasmi dengan menggunakan pestisida sedangkan untuk serangga yang mengganggu pertumbuhan tanaman induk dapat menggunakan insektisida.

